Mengenal dan Memahami Perkembangan Ekonomi Kreatif Indonesia

Mengenal dan Memahami Perkembangan Ekonomi Kreatif Indonesia

Sejak beberapa tahun lalu, kita semua masuk ke dalam era globalisasi. Hal tersebut menghilangkan batas-batas yang sebelumnya ada, seperti jarak dan waktu. Perkembangan ini juga berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia.

Ekonomi di Indonesia tak hanya bertumpu pada sektor pertambangan atau pertanian, namun sebagian besar sudah diambil alih oleh sektor ekonomi kreatif. Mari mengenal ekonomi kreatif dengan lebih mendalam.

Apa Itu Ekonomi Kreatif?

Untuk memahami penjelasan selanjutnya, Anda perlu memahami pengertian ekonomi kreatif terlebih dahulu. ekonomi kreatif adalah sebuah gagasan di zaman ekonomi baru yang mengenalkan informasi serta kreativitas dan faktor produksi utama ditentukan oleh gagasan setiap sumber daya manusia.

Ekonomi kreatif ini bisa menjadi sebuah kenyataan berkat keberadaan industri kreatif. Tak sedikit pengusaha yang berhasil merealisasikan ide dan mendapat sokongan dari pemerintah. Keberlangsungan proses ini menjadi sebuah potensi baru untuk memajukan perekonomian Indonesia.

Kemajuan ekonomi berkat genjotan di industri kreatif telah menunjukkan buktinya. Perekonomian Indonesia cenderung membaik setelah maraknya industri kreatif sekala kecil hingga besar.

Jenis Ekonomi Kreatif Indonesia

Industri seperti apa yang masuk ke dalam kategori ekonomi kreatif? Berikut ini terdapat 7 sektor atau jenis industri yang masuk dalam kelompok tersebut.

  • Kerajinan Tangan

Jenis yang pertama adalah kerajinan tangan atau handicraft. Kerajinan ini sudah ada sejak lama di Indonesia. Pekerjaan ini juga dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa harus menempuh jenjang pendidikan khusus. Yang terpenting adalah kreativitas dan keuletan.

Contoh produk yang dihasilkan dari industri kerajinan tangan antara lain kipas, vas bunga, dan benda-benda hias lainnya. Bahan yang digunakan juga bermacam-macam, contohnya rotan, plastik daur ulang, kertas, dan lain sebagainya.

  • Pasar Barang Seni

Hasil kerajinan tadi kemudian bisa dipajang dan dipamerkan pada sebuah gelaran yang disebut pasar barang seni. Pasar ini menjadi tempat bertemu antara penjual dan pembeli.

  • Kuliner

Siapa yang tidak butuh makan? Sebenarnya, makan dan makanan bukan hanya sebagai kebutuhan. Wisata kuliner juga menjadi salah satu destinasi wisata yang banyak digemari oleh para pelancong. Hal ini melahirkan bisnis-bisnis yang bergerak di bidang kuliner.

Industri ini tak pernah ada matinya. Bahkan perkembangan teknologi yang ada saat ini sama sekali tak mengganggu pertumbuhannya. Justru pelaku di bisnis kuliner semakin mudah mempromosikan produknya dengan bantuan teknologi.

  • Fashion

Sama seperti makanan, orang juga akan terus membutuhkan pakaian. Oleh karena itu, industri fashion diprediksi akan terus mengalami kemajuan dari waktu ke waktu. Dalam menciptakan sebuah pakaian diperlukan kreativitas yang tinggi. Maka tak heran jika industri ini masuk ke jajaran ekonomi kreatif.

  • Film dan Musik

Produk film dan musik saat ini sudah sangat mudah dipromosikan dan disebarluaskan berkat bantuan media sosial. Bahkan orang di seluruh dunia bisa menonton film dan mendengarkan musik yang diproduksi oleh orang-orang Indonesia.

  • Layanan Komputer, Game, dan Software

Penggunaan smartphone dan gadget lain terus mengalami peningkatan, terlebih setelah datangnya pandemi. Hal ini berdampak langsung terhadap permintaan akan software, game, serta layanan komputer.

Dengan begitu, lingkungan industri baru akan terbentuk dan bisa menyerap banyak tenaga kerja. Dalam pengembangan software dan game diperlukan kreativitas yang sangat tinggi. Itulah alasannya layanan ini digolongkan dalam kelompok ekonomi kreatif.

  • Riset dan Pengembangan

Riset dan pengembangan tak bisa dilepaskan dari semua jenis ekonomi kreatif. Bidang usaha riset dan pengembangan ini membantu para pelaku industri kreatif untuk selalu mengembangkan produknya ke arah yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Perkembangan Ekonomi Kreatif Indonesia

Sejak dahulu, sebenarnya Indonesia sudah memiliki industri kreatif namun skalanya masih sangat kecil dan belum terpusat seperti sekarang. Persebaran industri kreatif di masa lalu hanya berkutat di daerah asalnya sehingga belum bisa dikenal oleh dunia luas.

Kemudian di tahun 2006, Presiden SBY membuat sebuah kebijakan baru berupa pengembangan ekonomi kreatif berkala nasional. Untuk mewujudkan hal ini, presiden menggandeng Kementerian Perdagangan.

Kementerian Perdagangan meluncurkan sebuah program bernama Indonesian Design Power untuk mengembangkan semua industri kreatif di Indonesia. Wujud nyata dari pengembangan program ini adalah dirilisnya Studi Pemeran Kontribusi Industri Kreatif Indonesia 2007.

Peluncuran program tersebut dibalut dalam event besar Trade Expo Indonesia. Selanjutnya, event ini selalu diselenggarakan setiap tahun guna menjaga agar industri kreatif bisa tetap berkembang dengan konsisten.

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang mulai terjadi saat itu juga mendorong industri kreatif di Indonesia untuk selalu berkembang dan bersaing. Itulah sejarah munculnya industri kreatif dan ekonomi kreatif di Indonesia.

Manfaat Ekonomi Kreatif Indonesia

Keuntungan yang didapatkan oleh negara karena perkembangan ekonomi kreatif adalah meningkatnya pendapatan negara. Namun manfaat ini tak hanya dirasakan oleh negara saja, rakyat atau masyarakat juga turut merasakan manfaat dari ekonomi kreatif ini.

  • Terbukanya unit usaha baru yang turut serta melahirkan lapangan kerja baru.
  • Mengurangi jumlah pengangguran yang ada.
  • Mendorong masyarakat untuk bisa mandiri melalui usaha kreatifnya dan mendapat penghasilan dari sektor itu pula.
  • Membentuk jiwa pebisnis yang harus serba cepat dan inovatif agar tidak didahului oleh pesaing.
  • Melahirkan banyak inovasi dan kreasi hampir di semua aspek kehidupan.

Ekonomi kreatif Indonesia bisa maju dan berkembang berkat dukungan dari semua pihak. Tak hanya dari pelakunya, pemerintah juga memiliki peranan penting dalam hal ini. Fasilitas dan regulasi adalah sumbangsih nyata. Namun hal ini masih perlu ditingkatkan lagi untuk memperoleh hasil yang maksimal.

Referensi: https://www.kemenparekraf.go.id/